Coresponding Author - Penulis Korespondensi

Pada kesempatan ini saya mau bercerita terkait masih banyaknya author yang belum memahami terkait Coresponding author/Penulis korespondensi, hal ini saya alami dalam mengelola Jurnal RESTI, begitu sebuat naskah dinyatakan diterima dan akan terbit, ada Author yang minta agar si "A" yang diset sebagai Coresponding Author. Apakah coresponding author ini bisa diminta/diubah? di Jurnal RESTI jawabnya TIDAK.

Sebagaimana diketahui dalam penulis artikel di jurnal, kita mengenai istilah penulis dan penulis korespondensi. Penulis dapat terdiri dari 1 hingga beberapa orang. Urutan penulis dibuat berdasarkan besarnya kontribusi atas artikel yang ditulis. Yang menjadi Penulis Pertama merupakan orang yang mempunyai kontribusi paling besar dalam artikel tersebut, penulis kedua lebih besar kontribusinya dari pada penulis ketiga, begitu seterusnya. Misalnya, sebuah artikel yang ditulis oleh mahasiswa dan dosen, jika kontribusi mahasiswa lebih besar, maka Penulis Pertamanya adalah sang mahasiswa, bukan Dosen, begitu juga sebaliknya.

Lalu siapa penulis korespondensi, dia adalah salah seorang dari daftar penulis yang ada dalam suatu artikel (posisinya bisa saja penulis kedua, penulis ketiga ataupun penulis terakhir), biasanya dalam artikel diberi tanda * dibelakang nama/emailnya. Dia adalah orang yang bertanggungjawab penuh dalam melakukan korespondensi dengan editor sebelum naskah publish dan bahkan setelah naskah publish menjadi korespondensi dengan pembaca atas kualitas artikelnya. Dalam tata kelola jurnal, maka yang menjadi penulis korespondensi adalah orang yang mensubmit naskahnya di jurnal, merespon setiap permintaaan dari editor. Jika ada sebuah naskah yang disubmit oleh seorang mahasiswa disebuah jurnal, maka si mahasiswa adalah korespondensi author, karena dialah yang akan merespon perbaikan2 yang diminta oleh Editor Jurnal.

Dalam beberapa kasus, level antara penulis pertama dan penulis korespondensi ini hampir/bahkan sama, misalnya dalam mendapatkan insentif dan kum untuk naik pangkat. Maka sudah selayaknyalah ini menjadi perhatian utama bagi para author yang akan submit naskah ke sebuah jurnal. Penulis yang mensubmit artikel ke Jurnal OTOMATIS menjadi PENULIS KORESPONDENSI di naskah tersebut.

Demikian sedikit pemahaman saya tentang penulis korespondensi dan berbagi dalam tata kelola jurnal, khususnya di Jurnal RESTI, semoga menjadi perhatian bersama dan mohon masukannya. Terima kasih.

Yuhefizar (Editor in Chief)

Masukan ASESOR untu Jurnal RESTI sewaktu akreditasi tahun 2019

Siang ini saya coba melihat beberapa masukan asesor SINTA untuk Jurnal RESTI. Masukan2 inilah yg terkadang kami mesti strike dalam menerima artikel untuk lebih baik. Para asesor SINTA menilai acak dari sekian banyak artikel kita dari issue yg direview. Jika ada satu artikel yg sesungguhnya tidak layak, lalu kita publish dan ternyata artikel tersebut yang direview oleh ASESOR... bakal anjlok AKREDITASI kita. semoga kita para EDITOR jurnal bisa selalu on track dalam mempublis artikel yg berkualitas. Tantangan yg berat memang, namun harus dijalani.

Continue reading

Pentingnya Submit Naskah Sesuai Template Jurnal

Template Jurnal memegang peran penting dalam sebuah naskah yang akan disubmit ke sebuah Jurnal. Sebuah template berusaha menjelaskan secara detail aturan tata tulis sebuah naskah, sehingga penting menjadi perhatian serius dari author. Beberapa Jurnal sangat konsen dengan kesesuaian naskah yang masuk dengan aturan di template ini. Mensubmit naskah sesuai template ke sebuah jurnal sebenarnya author telah membantu dirinya sendiri agar naskahnya dapat diproses lebih mudah oleh editor, sebaliknya, mensubmit naskah yang tidak sesuai template, seolah2 author ingin # mengatakan, hai editor tolong bantu "reject" naskah saya ya.....

Continue reading

Erratum / Corrigendum / Retraction : Tugas Editor

Setelah sebuah artikel publish pada sebuah Jurnal, maka dapat saja artikel tersebut akan mengalami 3 perlakuan sebagai berikut :

  1. Erratum (singular) atau Errata (plural)
  2. Corrigendum (singular) atau Corrigenda (plural)
  3. Retraction (singular) atau Retractions (plural)

ketiga hal diatas bagian dari tugas seorang editor pasca publish issue.

Continue reading

Page top