Lagi-lagi tentang REJECT..

Sungguh suatu pekerjaan TERBERAT chief EDITOR adalah disaat memutuskan sebuah artikel diREJECT, apalagi jika diketahui itu adalah artikel dari kolega sendiri. Dalam suatu kegiatan workshop, pernah narasumber menyampaikan bahwa chief Editor harus mempunyai sifat "TEGA" jika ingin mempertahankan kualitas artikel di Jurnalnya, fokus ke artikel dan menghilangkan "rasa2" yang lainnya, jika "rasa2" itu dipertahankan, maka bersiap sajalah Chief Editor akan STRESS, antara mempertahankan kualitas jurnal dengan menimbang hal lain yg bisa jadi nanti beresiko turunnya akreditasi JURNAL, banyak AUTHOR bahkan KOLEGA tidak memahami bagaimana editor membangun JURNAL dari awal hingga mencapai akreditasi misalnya, karena AUTHOR hanya memikirkan bagaimana MANUSKRIP nya PUBLISH, sedangkan EDITOR memikirkan bagaimana JURNALnya tetap eksis, BEREPUTASI dan dengan artikel yang BERKUALITAS.

Lalu kenapa banyak MANUSKRIP di JURNAL RESTI di REJECT, penyebabnya bisa jadi karena :

  1. Tidak sesuai ruang lingkup.
  2. Tidak sesuai template.
  3. Topik/metoda yang digunakan sudah terlalu banyak yg membahas.
  4. Pembahasan Manuskrip kurang mendalam (Substansi), tidak to the point, bertele2, terlalu banyak menggunakan gambar yang tidak memberi pengaruh signifikan di manuskrip.
  5. Kualitas tata tulis/gaya bahasa.
  6. Reference kurang dari 10 rujukan terbaru.
  7. Manuskrip kurang dari 6 halaman.
  8. Author tidak merespon komen editor/reviewer lebih dari 1 bulan. Kebijakan kami terkait ini, langsung di REJECT.

Kita berharap para AUTHOR dapat memahami tugas dari editor, reviewer dan Chief Editor, sehingga apapun keputusan Chief Editor, itulah yang terbaik. Jika dirasa keputusan Chief Editor dianggap kurang tepat, silahkan diskusikan dan sampaikan keberatannya.

Butuh perjuangan dan usaha untuk menulis manuskrip yang baik.

Yuhefizar

Add a comment

HTML code is displayed as text and web addresses are automatically converted.

Add ping

Trackback URL : http://editor.jurnal.iaii.or.id/index.php?trackback/38

Page top