Beda Manuskrip, Artikel/Paper, Jurnal, Seminar/Konferen dan Prosiding

ephi.png, Apr 2020
sign.png, Feb 2020
Dalam dunia publikasi ilmiah, kita sering mendengar istilah Manuskrip, Artikel/Paper, Jurnal, Seminar/Konferen dan Prosiding. Terkadang kita sering salah menempatkan penggunaan istilah-istilah tersebut, yang seharusnya Artikel disebut Jurnal, yang seharusnya Jurnal disebut Prosiding, dan lainnya. Sebenarnya apa sih bedanya. Berikut penjelasan singkat sesuai pemahaman saya, dan mohon dikoreksi jika salah CMIIW

Manuskrip

adalah karya tulis ilmiah yang akan disubmit ke sebuah jurnal atau naskah yang sedang dalam tahap review di sebuah Jurnal. Jadi manuskrip adalah karya tulis ilmiah yang belum terbit di sebuah Jurnal/Prosiding.

Artikel/Paper adalah karya tulis ilmiah yang telah dinyatakan diterima dan publish pada suatu Jurnal/Prosiding.

Jurnal adalah wadah untuk mempublikasikan dari artikel. Artikel dipublish sesuai periode tertentu oleh jurnal. Ada jurnal yang mempublish artikel per 6 bulan, per 3 bulan atau bahkan ada per 1 bulan.

Seminar/Konferen Merupakan wadah bertemunya para peneliti/akademisi/praktisi untuk menyampaikan penelitiannya yang sedang berjalan ke sesama peneliti dalam bidang yang sama (dalam bentuk manuskrip) dengan tujuan untuk mendapat masukan dari peserta lainnya, agar ada perbaikan dari penelitiannya. Jadi tujuan seminar/konferen sebenarnya untuk mencari masukan sekaligus memberitahu khalayak ramai bahwa yang bersangkutan sedang meneliti topik tertentu. Manuskrip yang dipresentasikan dalam seminar/konferen juga mesti melewati proses review. Seminar ada yang bersifat nasional dan internasional.

Prosiding adalah kumpulan dari manuskrip yang telah lolos seleksi review seminar/konferen dan telah diseminarkan. Manuskrip yang terbit pada prosiding disebut juga Artikel Prosiding.

Apa beda artikel di JURNAL dengan Artikel di PROSIDING keduanya sama-sama mempublish artikel, bedanya terletak pada kualitas artikelnya. Artikel yang dimuat pada Prosiding merupakan artikel dari penelitian yang sedang berjalan, sehingga hasilnya bisa berupa hipotesis, dan belum teruji. Oleh karena itu, artikel yang berasal dari prosiding sangat jarang digunakan sebagai rujukan utama dalam sebuah penelitian. sedangkan JURNAL, memuat artikel dari penelitian yang telah selesai dilaksanakan dan telah memperoleh hasil. Maka artikel yang publish di JURNAL sudah jelas metode yang digunakan dan dengan hasil yang terukur, maka tidak ada di Jurnal hasil penelitiannya masih berupa harapan/perkiraan/hipotesis.

Saya sangat sering melihat ABSTRAK dari manuskrip yang masuk ke Jurnal RESTI terdapat kata : "setelah penelitian ini dilakukan, diharapkan mendapatkan kenaikan yang lebih baik dari sebelumnya ". Disini menggambarkan bahwa seolah2 penulis belum melakukan penelitian, karena ada kata "diharapkan" dan ada kata "lebih baik" yang menandakan peneliti belum yakin dengan hasilnya, harusnya nyatakan dalam bentuk kalimat yang terukur, seperti "terjadi kenaikan 20% dari sebelumnya".

Saat ini, banyak seminar/konferen yang luarannya ke JURNAL. Apakah ini salah ? tentu tidak, semuanya kembali kepada kualitas manuskrip yang diajukan oleh Author, jika memang kualitas manuskripnya layak untuk terbit di Jurnal kenapa tidak.

Lalu bagaimana kaitannya dengan KUM untuk digunakan naik pangkat ? kum.png, Apr 2020 Sumber foto : lldikti12.ristekdikti.go.id

Padang, 04/04/2020
Yuhefizar
Chief Editor Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi),
http://jurnal.iaii.or.id/index.php/RESTI

Add a comment

HTML code is displayed as text and web addresses are automatically converted.

Add ping

Trackback URL : http://editor.jurnal.iaii.or.id/index.php?trackback/39

Page top