Masukan ASESOR untu Jurnal RESTI sewaktu akreditasi tahun 2019

Siang ini saya coba melihat beberapa masukan asesor SINTA untuk Jurnal RESTI. Masukan2 inilah yg terkadang kami mesti strike dalam menerima artikel untuk lebih baik. Para asesor SINTA menilai acak dari sekian banyak artikel kita dari issue yg direview. Jika ada satu artikel yg sesungguhnya tidak layak, lalu kita publish dan ternyata artikel tersebut yang direview oleh ASESOR... bakal anjlok AKREDITASI kita. semoga kita para EDITOR jurnal bisa selalu on track dalam mempublis artikel yg berkualitas. Tantangan yg berat memang, namun harus dijalani.

Berikut saya rangkum 10 masukan asesor untuk jurnal RESTI lebih baik..

  1. Daftar Pustaka seharusnya ditulis secara benar dan lengkap sesuai dengan format penulisan di Author Guidelines. Kemutakhiran pustaka rujukan terutama khususnya yang dipakai untuk menjustifikasi orisinalitas atau novelty (di Pendahuluan) sebaiknya 10 tahun terakhir.
  2. Perhitungan manual tidak perlu dimasukkan dalam isi artikel, jika memang sangat penting letakkan di appendix.
  3. Pada Hasil dan Pembahasan setidaknya memuat: (1)(unsur what/how) apakah data yang disajikan telah diolah (bukan data mentah), dituangkan dalam bentuk tabel atau gambar (pilih salah satu), serta diberi keterangan yang mudah dipahami? Tuliskan temuan atau finding-nya , tetapi jangan dibahas pembahasannya di sini; (2). (unsur why) pada bagian pembahasan terlihat adanya kaitan antara hasil yang diperoleh dan konsep dasar dan/atau hipotesis? Di beberapa bidang ilmu bahkan harus membahas hingga level kajian aspek-aspek molekular. Pembahasan yang dibuat harus ditunjang fakta yang nyata dan jelas; dan (3) (unsur what else) apakah ada kesesuaian atau pertentangan dengan hasil penelitian orang lain?
  4. Penulisan keterangan simbol pada persamaan dibuat secara deskriptif paragraf, bukan item list seperti di penulisan buku. Artikel ilmiah jurnal seharusnya tidak ada sub-bab "Tinjauan Pustaka", atau "Kajian Literatur", atau lainnya yang bersifat teori dan definisi. Kalimat-kalimat yang terkesan definisi-definisi yang sudah umum tidak perlu dituliskan. Jika memang memerlukan penulisan atau mengaitkan dengan konsep/teori, sebaiknya dituliskan langsung di Pembahasan saja (misal dengan mengutip secara langsung).
  5. Hindari penyajian artikel dalam bentuk Bullet-Numbering.
  6. Masih ditemukan artikel yang hanya berisi 7 referensi lokal dan tidak bersumber dari acuan primer.
  7. Artikel yang diterbitkan diedisi ini masih belum menggunakan gaya penulisan artikel, masih banyak ditemukan artikel yang menyerupai laporan proyek, laporan kegiatan, atau laporan praktikum.
  8. Abstrak seharusnya berisi latar belakang singkat (jika ada), tujuan, metode singkat, hasil penelitian/temuan, dan simpulan.
  9. Masih ada gambar dengan resolusi rendah
  10. Masih ada artikel yang mencantumkan interface aplikasi terlalu banyak, sebaiknya arahkan penulis untuk memasukkan yang penrting saja sebagai sampel, tidak perlu semua menu dimasukkan dalam isi artikel.

Perjuangan para editor Jurnal.. Yuhefizar Editor in Chief Jurnal RESTI

Add a comment

HTML code is displayed as text and web addresses are automatically converted.

Add ping

Trackback URL : http://editor.jurnal.iaii.or.id/index.php?trackback/45

Page top